Selasa, 19 November 2013

Pengertian Pemahaman Kosep

Howard Gardner dalam Hamzah B. Uno dan Masri Kudrat Umar (2009: 172) mengemukakan sekolah sebaiknya dalam kurikulumnya mengembangkan: (1) pemikiran bebas, (2) bagaimana anak-anak berpikir, dan (3) bagaimana sekolah seharusnya mengembangkan potensi anak melalui kurikulum sehingga anak tau atau paham tentang apa yang mereka pelajari. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2001: 976) paham berarti pengertian pendapat, mengerti, aliran, anutan, ahli menguasai benar. Sedangkan pemahaman adalah hal, cara, hasil kerja memahami. Suatu sistem yang berinteligensia harus selalu mampu meningkatkan pengetahuannya melalui proses belajar. Produk yang paling utama dalam setiap pembelajaran adalah pemahaman akan konsep yang terdapat dalam materi yang dipelajari.


Dalam hampir semua pembelajaran konsep, deskripsi mengenai suatu konsep pembelajaran dilakukan melalui contoh-contoh (learning by examples). Contoh-contoh dapat diberikan di bawah pengawasan, pembelajaran yang diawasi (supervised learning), atau tanpa pengawasan sama sekali, pembelajaran mandiri (unsupervised learning).


Dalam http://pbsindonesia.fkip-uninus.org, konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiiiki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Manifestasi (perwujudan) proses kognitif melalui tahap-tahap: (1) Mengklasifikasikan pengalaman untuk menguasai konsep tertentu, (2) Menafsirkan pengalaman dengan jalan menghubungkan konsep yang telah diketahui untuk menyusun generalisasi, (3) Mengumpulkan informasi untuk menafsirkan pengalaman, tahap ini untuk berpikir asosiatif, (4) Menginterprestasikan atau menafsirkan pengalaman-pengalaman keadaan yang telah diketahui.


Menurut Chaplin dalam Mulyati (2005: 53) menyebutkan bahwa pengertian konsep meliputi: (1) satu idea tau pengertian umum yang disusun dengan kata, symbol, dan tanda, (2) satu ide yang mengombinasikan beberapa unsur sumber-sumbur berbeda ke dalam satu gagasan tunggal.


Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan setiap konsep yang telah diperoleh mempunyai perbedaan isi dan luasnya. Seseorang yang memiiiki konsep melalui proses yang benar pengalaman dan pengertiannya sangat kuat. Kemampuan membedakan sangat dibutuhkan dalam penguasaan konsep. Dapat membedakan konsep berarti dapat melihat ciri-ciri setiap konsep. Memahami konsep berarti mengetahui semua elemen dari konsep itu.


Dengan mengutip beberapa pendapat para ahli dalam Mulyati (2005: 55) memaparkan cara seseorang memperoleh konsep- konsep, yakni cara formasi konsep dan asimilasi konsep. Cara formasi konsep merupakan perolehan konsep sebelum anak masuk sekolah atau belajar konsep konkret karena pengalaman. Sedangkan cara asimilasi konsep merupakan perolehan konsep selama dan sesudah sekolah, umumnya belajar konsep abstrak.


Menurut Dahar dalam Mulyati (2005: 59) ada beberapa keuntungan yang ditawarkan belajar konsep, yaitu:


1)         Mengurangi beban berat memori karena kemampuan manusia dalam mengategorisasikan berbagai stimulus terbatas.


2)         Konsep- konsep merupakan batu- batu pembangun berpikir.


3)         Konsep- konsep merupakan dasar proses mentalyang lebih tinggi.


4)         Konsep- konsep diperlukan untuk memecahkan masalah.

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah memberikan komentar di web ini. Semoga membantu dan bermanfaat.