Senin, 29 Juni 2015

Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Untuk meningkatkan prestasi siswa siswi banyak sekali pendekatan dan metode pembelajaran yang di gunakan. Salah satu pendekatan yang kami gunakan yaitu pendekatan Saintifik. Pembelajaran pendekatan Saintifik yaitu kegiatan yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 

Mengamati. Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau
menyimak. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan bagi peserta didik untuk secara luas dan bervariasi  melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Selanjutnya guru membuka kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dan dibaca.
Menanya. Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk fakta, konsep, prinsip, prosedur, hukum dan terori. Tujuannnya agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi secara kritis, logis, dan sistematis (critical thinking skills). Proses menanya bisa dilakukan melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang pada peserta didik untuk mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri.Guru membimbing peserta didik agar mampu mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang disusun dapat  bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Guru melatih peserta didik menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dan memberikan bantuan untuk belajar mengajukan pertanyaan sehingga peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri.
Melalui kegiatan bertanya rasa ingin tahu peserta didik dikembangkan. Semakin terlatih dalam bertanya, rasa ingin tahu semakin berkembang.Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi dasar untuk mencari informasi lebih lanjut dan beragam melalui sumber yang ditentukan guru sampai yang dipilih peserta didik sendiri. Dimulai dari sumber kajian yang tunggal sampai yang beragam.
Mengumpulkan Data/eksperimen/eksplorasi. Kegiatan eksperimen bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa dalam memperkuat pemahaman fakta, konsep, prinsip, ataupunprosedur dengan cara mengumpulkan data, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, menyajikan data,  mengolah data, dan menyusun kesimpulan. Pemanfaatan sumber belajar termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat disarankan.Tindak lanjut kegiatan bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Agar terkumpul sejumlah informasi, peserta didik dapat lebih banyak membaca buku, memperhatikan fenomena, atau objek dengan lebih teliti, bahkan melakukan eksperimen.
Mengasosiasi. Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Informasi (data) hasil kegiatan mencoba menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan. Data yang diperoleh diklasifikasi, diolah, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktivitas antara lain menganalisis data, mengelompokkan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi (higher order thinking skills) hingga berpikir metakognitif.
Mengomunikasikan.Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut. Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi,  membuat laporan, dan/atau unjuk karya. 
Untuk itu SDN Gentan 02 menggunakan pendekatan pembelajaran Saintifik.
Sumber :subdit pembelajaran Kemdikbud

Pendampingan dalam Kejuaraan

Dalam sekolah/ pendidikan walau status kita bukan seorang guru olah raga kita boleh membantu guru olah raga untuk meningkatkan kelebihan kepada siswa kita. salah satunya asalah dengan memberikan tehnik tehnik bermain sepak bola. dalam memberikan tehnik tentunya kita harus berkoordinasi dengan guru sepak bola untuk bisa saling berkolaborasi. Tahun lalu SDN Gentan 02 mendapatkan kejuraan sepak bola yang di selenggarakan oleh kecamatan Bendosari. Kejuaraan itu di ikuti oleh anak- anak dengan penuh semangat dan di dukung oleh guru dan wali murid secara aktif. Allahamdulillah SDN Gentan 02 mendapatkan Juara 2 dalam kejuaraan tersebut, dimana turnamen tersebut di ikuti 43 SD/ MI yang tersebar di seluruh kecamatan Bendosari.
Semoga denganadanta turnamen dan mendapatkan kejuaraan ini dapat menjadikan anak lebih bersemangan dan belajar di sekolah saat ini dan yang akan datang.

Meningkatkan Iman dengan Sholat Berjamaah

Salah satu dari terapan Ilmu yang wajib di miliki adalah ESQ. Yaitu ilmu tentang keAgamaan. dalam pendidikan selain mengajarkan ilmu pelajaran (IQ) seorang guru juga wajib mengajarkan Pembelajaran Emosi ( EQ) dan Pembelajaran keagamaan (ISQ) Di SDN Gentan 02 mungkin lain dari pada SD Negeri di wilayah Bendosari khusunya dan Sukoharjo umumnya. SDN Gentan 02 selain mempunya program tentang budhi pekrti dan pengetahuan juga tidak lupa dari segi keagamaam. Siswa siswa SDN Gentan 02 ketka waktu Sholat Dhuhur melaksanakan sholat berjamaah di Masjid  Baitul Syukur. Bapak Ibu Guru juga turut mendampingi siswa siwsi sholat berjamaah dengan masyarakat sekitar.Kegiatan ini di ikuti oleh siswa siswi SDN Gentan 02 dari kelas 3 s/d 6. Tujuan dari diadakan sholah berjamaah ini agar siswa siswi SDN Gentan 02 lebih memahami tentang sholat dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari- hari untuk sholat berjamaah. Itu yang kami ajarkan kepada Anak didik kami.

Pembelajaran Berbasis Tehnologi

Pak Guru Ian. Perkembangan tekhnologi di dunia ini semakin cepat. Seorang pendidikan di wajibkan mengikutu perkembangan tekhnologi pendidikan khusus nya dalam pengajaran.Manfaat menggunakan tehnologi pendidikan sangat banyak sekali, di antaranya adalah : 1. Memberikan pengalaman baru bagi siswa sehingga minat belajar makin tumbuh. Kegiatan belajar siswa sehari-sehari dengan pola mendengar dan mencatat sedikit demi sedikit bergeser. Siswa seolah diberikan pemahaman bahwa kegiatan belajar dapat dilakukan dengan metode yang lain dan justru lebih menarik karena disertai tayangan gambar yang terkesan lebih hidup. 2. Penyampaian pesan jadi lebih jelas Ketika guru hanya menyampaikan materi dengan serentetan kalimat demi kalimat, beberapa perkataan tersebut tidak mampu tertangkap dengan jelas oleh memori sang anak. Akan tetapi ketika penjelasan tersebut disertai dengan gambar, symbol dan animasi atau bahkan dengan bunyi musik, maka verbal yang abstrak dapat dengan jelas dipahami. 3. Guru dapat memvisualisasikan materi dengan jelas. Beberapa mata pelajaran tertentu membutuhkan gambaran yang lebih konkrit untuk mnghindari misunderstanding terhadap siswa itu sendiri. Dalam pembelajaran TIK misalnya, ketika guru menjelaskan komponen-komponen mainboard, sangat dibutuhkan visualisasi secara mendetail dan mendekati nyata. Tayangan gambar melalui LCD akan mengantar pemahaman siswa menjadi lebih jelas. 4. Menumbuhkan sikap pro aktif siswa dalam belajar. Pemandangan guru yang berdiri di depan kelas sambil menjelaskan sementara siswa duduk diam di bangkunya masing-masing tanpa disadari menohok siswa untuk diam mematung, menyimak dan memperhatikan setiap kata yang diucapkan guru. Dengan adanya manfaat yang sangat luar Biasa itu maka SDN Gentan 02 menerapkan pembelajaran berbasis Tehnologi dan Informasi. Diharapkan siswa lebih mudah memahami dan menyengkan dalam pembelajaran.

Sabtu, 20 Juni 2015

Lingkungan Sehat dan Lingkungan Tidak Sehat

Lingkungan dalah tempat mahkluk hidup tinggal. setiap saat pasti akan ber interaksi dengan lingkungan. lingkungan yang baik adalah lingungan yang sehat. bagaimana membedakan Lingkungan Sehat dan Lingkungan Tidak Sehat ???
mari kita belajar bersama tentang Lingkungan Sehat dan Lingkungan Tidak Sehat disini


Perubahan Pada Mhakluk Hidup

Teman teman,,, setiap mahkluk hidup pasti mengalamai perubahan. Namun perubahan tiap Mahkluk Hidup itu berbeda beda. Mari kita pelajari tentang perubahan pada Mahkluk hidup disini.


Ciri- ciri dan Kebutuhan Mahkluk Hidup

Kita cukup banyak mengenal Mahkluk hidup di dunia ini. Tapi apakah kalian tau ciri ciri dan kebuthan tiap mahkluk hidup tersebut ??
Mari Kita belajar disini tentang Ciri ciri dan kebutuhan mahkluk hidup.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates | Downloaded from Free Website Templates