Profile Penulis

Dalam sebuah perjalan setiap orang pasti mempunya cerita suka dan duka. kami sedikit menyampaikan sekilas perjalanan hidup kami agar dapat menjadi motovasi peserta didik dan orang lain. Sebuah kisah nyata yang benar benar terjadi dan kami alami.

Sholat Berjamaah

Selain menjarkan tentang materi pendidikan seorang guru juga di tuntuk untuk mengajarkan kebiasaan yang baik tentang keagamaan. Dengan membiasakan anak sholat berjamaah di masjid akan membentuk karakter anak yang baik..

Pembelajaran Berbasis Tehnologi dan Informasi

Perkembangan tekhnologi di dunia ini semakin cepat. Seorang pendidikan di wajibkan mengikutu perkembangan tekhnologi pendidikan khusus nya dalam pengajaran.Manfaat menggunakan tehnologi pendidikan sangat banyak sekali

Pembelajaran Pendekatan Saintifik

Untuk meningkatkan prestasi siswa siswi banyak sekali pendekatan dan metode pembelajaran yang di gunakan. Salah satu pendekatan yang kami gunakan yaitu pendekatan Saintifik. Pembelajaran pendekatan Saintifik yaitu kegiatan yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Pendampingan Bakat dan Minat

Dalam sekolah/ pendidikan walau status kita bukan seorang guru olah raga kita boleh membantu guru olah raga untuk meningkatkan kelebihan kepada siswa kita. salah satunya asalah dengan memberikan tehnik tehnik bermain sepak bola. dalam memberikan tehnik tentunya kita harus berkoordinasi dengan guru sepak bola untuk bisa saling berkolaborasi.

Selasa, 10 Oktober 2017

Penggunaan Gadget yang Baik Bagi Siswa SD

Penggunaan Gadget yang Baik Bagi Siswa SD
Oleh : Sriyanto, M.Pd

            Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat sekali. Jarak dan waktu seolah-olah sudah tidak terbatas lagi. Perkembangan teknologi tidak untuk dihindari. Dengan demikian tentunya kita dihdapkan dengan pertanyaan, bagiaman kita dapat memanfaatkan teknologi dengan baik? Orang yang menghindari kemajuan teknologi dengan sendirinya akan tergerus oleh perkembangan jaman. Salah satu yang tidak dapat terbendung adalah gagdet atau smartphone. Hal ini didukung oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia yang menyatakan bahwa di Indonesia lebih dari 100 juta orang pemakai gadget aktif dari total 250 juta penduduk di seluruh Indonesia.
            Pesatnya perkembangan teknologi ini mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia untuk melakukan inovasi, memanfaatkan gadget sebagai media pembelajaran. Gadget merupakan suatu alat elektronik kecil yang telah memiliki kemampuan teknologi canggih membuat manusia lebih praktis dan efisien dalam menjalani hidup. Saat ini anak SD lebih mahir menggunankan gadget dari pada laptop/ PC. Hal ini di karenakan gadget lebih praktis dan bisa digunakan dimana saja dan kapan saja.
            Guru merupaka ujung tombak dalam melaksanakan inovasi pembelajaran dari konvensional (pembelajaran satu arah anak hanya mendengarkan) menuju modern (guru dan siswa aktif dan interaktif). Salah satu cara yang dilaksanakan adalah pembelajran dengan mengikuti kemajuan teknologi yaitu memanfaatkan gadget sebagai media pembelajaran. Hal ini tentu tidak berjalan tanpa  medapatkan dukungan dari pemerintah dan orang tua.
            Pemerintah sangat mendukung sekali pembelajaran memanfaatkan teknologi ini. Diantaranya adalah portal rumah belajar yang di buat oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan slogan “belajar untuk semua, belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja” yang dapat di lihat pada laman https://belajar.kemdikbud.go.id/. Dalam laman ini baik guru, siswa dan orang tua dapat mengkasesnya dengan gadget. Bagi guru bermanfaat mempermudah dalam penyampaian materi dengan dukungan fasilitas yang ada. Siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan gadget. Orang tua juga dapat menegtahui anaknya akan mempelajari tentang apa. Sehingga akan muncul sinergi kerja sama orang tua, anak dan guru.
            Pada usia anak sekolah dasar perlu ditekankan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan pembelajaran yang mneyenangkan anak akan lebih mudah menerima materi. Hal ini di dukung dari pendapat kulsum (2011:63) bahwa pembelajaran yang mengandung perasaan mneyenangkan mengandung rasa keingin tahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu. Banyak hal yang dapat di lakukan dengan pembelajaran dengan menggunakan gadget pada anak sekolah dasar.
            Gadget dapat memberikan audio dan video yang membuat anak tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Seperti yang disampaikan Kahraman (2014: 27) salah satu cara untuk mengintensifkan pembelajaran adalah dengan media visual dan audio. Hal ini karena dalam media audio visual terdapat grafis, suara, dan bentuk. Animasi menjadi salah satu produk (audio visual) yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Hal ini didukung dalam jurnal Zhao & Huang (2013: 568) mengemukakan bahwa video animasi cenderung lebih baik daripada visualisasi statis (gambar diam) dalam menyampaikan pemahaman kepada siswa. Video animasi memiliki potensi untuk membantu siswa memproses informasi belajar secara mendalam.
            Sebagai pendidik harus mengetahui apa yang diharapkan anak agar nyaman dan menyenagkan dalam proses kegiatan belajar menagajar. Pada dasarnya anak sekolah dasar sagat menyukai sebuah permainan. Kita tidak akan bisa menyalahkan teknologi karena adanya game. Yang perlu dilakukan seorang pendidik adalah bagaiman sebuah materi dan latihan menjadi sebuah game. Apakah ini mungkin ? tentu saja mungkin. Jika kita belum mampu membuat game kita dapat mengakses di laman rumah belajar. Anak tidak akan sadar mereka main game epadahal sebenarnya mereka belajar.
            Penggunaan gadget dalam pembelajaran sekolah dasar juga merupakan sebuah inovasi dalam kemajuan teknologi. Dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terpusat pada buku dan guru. Tentunya membuat siswa bosan. Dengan adanya gadget belajar mejadi lebih simpel dan mudah. Contoh buku yang tebal dan banyak bisa di bawa dengan gadget melalui Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang saat ini sudah lengkap. Sumber belajar juga sangat banyak dijumpai. Mulai dari game pendidikan, youtube, simulasi dan tuthorial lainya.
            Gadget dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas dengan metode diskusi secar interaktif. Diskusi ini tidak hanya dapat dilakukan di kelas, namun juga dapat dilakukan diluar kelas atau diluar jam pelajaran dengan memanfaatkan aplikasi gratis yang telah disediakna dalam gadget seperti whatsapp. Hal ini sesuai dengan Gagne & Briggs. (1979: 251) yang menyatakan metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif. Aplikasi whastapp juga dapat digunakan pemeblajaran online antara siswa dengan guru baik secara kelompok dan individu.
            Setiap kemajuan teknologi pastinya terdapat kekurangan dan kelebihan dalam penggunanya. Setiap kekurangan tentunya dapat diatasi dengan metode yang tepat. Kelemahan penggunaan gadget dalam pembelajaran, pertama dengan adanya kecanggihan gadget akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Hal ini dapat terjadi ketika di sekolah anak terlalau bebas membawa gadget tanpa adanya aturan dan pengawasan. Kekurangan ini dapat diatasi dengan beberapa aturan, salah satunya gadget di gunakan pada saat tertentu saja atau dikumpulkan ketikan tidak digunakan di dalam kelas. Kedua rawan terhadap kejahatan. Jika anak terlalu sering menggnakan gadget di jalanan tanpa melihat situasi maka akan membahayakan dan memancing tindak kejahatan. Untuk menaggulanagi hal ini maka ketika di jalan gadget di simpan dalam tas. Digunakan kembali ketika di sekolah dan di rumah. Ketiga dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya anak sekolah dasar adalah bermain dan sosialisasi dengan anak lain. Tapi anak yang sudah kecanduan gadget cenderung lebih senang bermain dengan gadgetnya dibanding dengan anak-anak lain. Hal ini dapat diatasi dengan pengaturan waktu pemakaian gadget.
            Meskipun terdapat kekurangan, penggunanan gadget dalam pembelajaran juga mempunyai kelebihan. Pertama mempermudah dalam berkomunikasi dalam hal pembelajran baik dengan anak, orang tua dan guru. Bagi siswa akan mudah saling berinteraksi dengan temanya satu kelas walau sudah di luar jam sekolah. Siswa juga dapat berkonsultasi dengan guru kapan saja. Kedua menambah pengetahuan tetang teknologi. Seperti yang di jelaskan diatas, bahwa anak sejak kecil tidak boleh gagap teknologi (gaptek) tapi harus selalu mengikuti perkemabangan teknologi. Saat ini sedang banyak disosialisasikan tentang literasi digital (penggunaan media digital). Ketiga efisiensi penyampaian materi. Penyampaian materi bisa lebih interaktif dan cepat. Materi dan latihan soal bisa di laksankan secara online di rumah melalui website sekolah. Cara ini dapat digunakan untuk mengetahui anak akan belajar pada jam yang di tentukan.
            Dari data-data yang telah di sampaikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa gadget dapat digunakan dalam pembelajaran anak sekolah dasar. Dukungan juga diberikan oleh pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia dengan adanya rumah belajar yang dapat diakses melalui gadget. Walaupun mempunyai kekurangan namun dapat diatasi dengan beberapa aturan. Penggunaan gadget mempunyai manfaat yang luar biasa dalam pebelajaran.




Refrensi

Gagne dan Briggs. 1979. Pengertian Pembelajaran. http://www.scribd.com/doc/50015294/13/B-Pengertian-pembelajaranmenurut-beberapa-ahli (diakses pada tanggal 11 Oktober 2017 Pukul 02.13wib)
Kahraman AD. (2014). Animation Use as an Educational Material and Animation Techniques. International Conference on Communication, Media, Technology and Design. Hal 27
Umi Kulsum.(2011). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis PAIKEM, Surabaya: Gena Pratama Pustaka
Zhao, L. & Huang, T. (2013). Experimental research on the effectiveness of animated instruction. 3rd International Conference on Multimedia Technology. 567









           
           




Kamis, 10 November 2016

Materi Workshop Dinamika dan Inovasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Se- Kota Mataram


Kurikulum 2013 (K-13) merupakan kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. K-13 masuk dalam masa percobaanya di tahun 2013 yang diterapkan di kelas I dan IV dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Implementasi K-13 pada tahun 2014 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V, serta pada tahun 2015 penerapan sudah dilakukan pada semua kelas mulai kelas I sampai kelas VI. Berdasarkan Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa kompetensi yang harus dimiliki siswa tingkat sekolah dasar terdiri dari 4 kompetensi yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Keempat kompetensi tersebut akan dimiliki siswa dengan penerapan K-13.
Inti dari K-13, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif, yang mana semua mata pelajaran yang dikemas dalam bentuk tema dengan sistem pengajaran mengintegrasikan beberapa mata pelajaran. K-13 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan K-13 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Berdasarkan Permendikbud No. 21 Tahun 2016 bahwa dalam penerapan K-13 terdapat tiga aspek penilaian yaitu aspek spiritual, aspek perilaku, aspek pengetahuan, dan aspek ketermpilan, sehingga siswa tidak hanya pandai saja dalam pengetahuan dan keterampilannya saja, melainkan juga bagus dalam sikap spiritual dan perilakunya. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak sekali guru yang belum sepenuhnya memahami penerapan K-13 sehingga menimbulkan kebingungan dalam proses pembelajaran. Ada juga yang sudah menerapkan tetapi mengeluhkan tentang administrasi yang digunakan dalam K-13. Selain itu juga ada sekolah dasar yang belum menerapkan K-13 di sekolahnya dan masih menggunakan KTSP. Beberapa sekolah dasar yang ada di Kota Mataram sudah ada yang menerapkan K-13, tetapi sebagian besar banyak yang belum menerapkan K-13 dalam proses pembelajaran, sehingga perlu adanya sosialisasi K-13 kepada para guru dan kepala sekolah agar dapat menerapkan K-13 di sekolahnya.
Berdasarkan hal tersebut, agar kurikulum 2013 serentak dilakukan dan diimplementasikan oleh seluruh sekolah dasar di Indonesia, khususnya di Kota Mataram maka perlu dilakukan Workshop dan Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Dasar agar semua sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia agar lebih maju dan bisa mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh mahasiswa pascasarjana program studi Pendidikan Dasar, Universisitas Negeri Surabaya.


Maksud dan Tujuan
1.   Memberikan pengetahuan mengenai dasar-dasar Kurikulum 2013, sehingga guru dapat meningkatkan produktivitas kerja di sekolah.
2.    Memberikan kecakapan dan pengertian baru mengenai dinamika kurikulum 2013 untuk peningkatan pembelajaran
3.   Melaksanakan pembuatan perangkat pembelajaran serta penilaiannya
4.   Menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di sekolah

5.   Mengimplementasikan proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013



Hasil Yang diharapkan
1.      Tumbuhnya dan meningkatnya kemampuan, minat, inovasi, dan kreativitas para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menerapkan Kurikulum 2013 untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja profesionalnya.
2.      Meningkatnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang terarah.
3.      Meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran .
4.      Terbukanya wawasan guru tentang Kurikulum 2013 Semua sekolah dasar di Kota Mataram dapat menerapkan Kurikulum 2013.

Materi Workshop Dinamika dan Inovasasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Dasar Se-Kota Mataram
1.      Dinamika Kurikulum 2013 oleh Dr. Waspodo Tjipto Soebroto, M.Pd
2.      Penyusunan Silabus dan RPP Kurikulum 2013
3.      Penyusunan Penilaian Pembelajaran Kurikulum 2013
4.   Penyusunan dan Cara Membaca Raport Kurikulum 2013

Materi 1


Download  Materi 1


Materi 2


Download  Materi 2



Jadwal

Jumat, 02 Oktober 2015

Rabu, 02 September 2015

Mencari Luas Trapesium

Trapesium adalah segi empat yang mempunyai sepasang sisi berhadapan dan sejajar. Jika ada dua garis sejajar dan dipotong oleh dua buah garis yang tidak sejajar maka daerah yang dibatasi oleh keempat garis potong itu adalah trapesium.
Luas  = 1/2 x Jumlah Sisi Sejajar x Tinggi

Untuk tampilan lebih besar kik disini



Sumber Referensi : http://flash-matematika.blogspot.com

Rabu, 26 Agustus 2015

Simulasi Menghitung Persegi Panjang

Adik - adik untuk memudahkan kita dalam belajar mari mensimulasikan mencari luas persegi panjang. Kita ketahui bahwa rumus luas persegi panjang adalah
L = P x l
Ket :
L = Luas
P = Panjang
l = Lebar


Untuk tampilan lebih besar kik disini



Sumber Referensi : http://flash-matematika.blogspot.com

Rabu, 12 Agustus 2015

Pembelajaran Asik dan Menarik

                      
Saat ini kemajuan teknologi begitu pesat. Banyak sekali media pembelajaran dari media informatika yang saangat baik jika kita mampu memanfaatkan. di tempat kami belum banyak pembelajaran yang langgsung menggunakan lab. komputer untuk anak SD. Disini penulis akan mencoba melakukan pembelajaran melalui tehnik informatika. Yaitu pembelajaran dengan menggunakan media komputer pembelajaran online. Setelah di uji cobakan ternyata anak sangat menyukainya dan mereka antusias sangat memperhatikan ap yang akan kita sampaikan. Selanjutnya penulis akan mencoba membuat penelitian tindakan kelas agar lebih valid dan tentunya menjadi solusi bagi rekan2 pendidik yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi. 

 Dalam menggunakan model pembelajaran on line ada beberapa kendala yaitu jaringan internet agak lelet di daerah- daerah tertentu. Untuk menanggulanginya maka perlu ketersediaan fasilitas yang memadahi. Namun itu bukan kendala yang berarti. Banyak cara untuk menuju pembelajaran online.

Sedikit pengalaman dari kami sejak awal mula kami hanya memiliki 2 komputer saja. Kemudian dari wali dan Komite dengan sukarela membelikan banyuan 1 komputer kepada sekolah. karena di rasa masih sangat kurang, maka sekolah bekerja sama denga pihak ketiga yaitu melalui LPK dengan beberapa ketentuan yang telah di sepakai LPK meminjamkan 7 komputer untuk sekolah. Saat itu pembelajaran masih manual. Beberapa bulan kemudian kita bekerja sama dengan lembaga pendidikan swasta yang mau membuat jaringan LAN. Alhamdulillah kita mendapatkan secara gratis. dan dapat di manfaatkan dengan baik untuk pembelajaran.

Selasa, 11 Agustus 2015

Ulangan Harian Kelas 3 Tema Benda dan Sifatnya

Ulangan Harian Kelas 3
Tema Benda dan Sifatnya
 Isi Identitas dengan tepat dan kerjakan dengan benar


Ulangan Harian Kelas 4 Tema Gaya

Kerjakan Soal-soal berikut!
Masukkan Nama Lengkap, Kelas, Nomor Absen dan Email

Selamat Mengerjakan